Forced Selling di Kampung Inggris Pare: Uji Keabsahan Akad Berbasis Prinsip An Tarāḍin
Abstract
Praktik forced selling oleh pedagang lokal di Kampung Inggris Pare kawasan dengan lebih dari 250 lembaga kursus dan mobilitas konsumen yang sangat tinggi menjadi persoalan muamalah yang belum banyak dikaji secara normatif. Fenomena ini ditandai oleh penjual yang secara aktif memaksa peserta kursus membeli produk, seperti alat tulis, melalui tekanan verbal, psikologis, maupun pengikatan situasional, sehingga pembeli tidak memiliki ruang yang cukup untuk menolak secara bebas. Kajian terdahulu tentang prinsip an tarāḍin mayoritas berfokus pada jual beli daring dan akad kerja sama produksi, sehingga belum menjangkau praktik penjualan paksa di ruang ekonomi lokal inilah celah yang diisi penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif empiris-normatif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap pelaku usaha serta konsumen (peserta kursus) di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, tahun 2026. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga bentuk forced selling yang terbukti melanggar prinsip an tarāḍin: (1) tekanan verbal berulang hingga pembeli menyerah karena kelelahan, (2) tekanan psikologis melalui pemanfaatan rasa sungkan dan penempatan barang di tangan pembeli tanpa persetujuan, serta (3) pengikatan situasional yang menghilangkan ruang penolakan secara sosial. Sebaliknya, transaksi yang berlangsung secara terbuka dan tanpa tekanan dinyatakan sah menurut prinsip an tarāḍin. Kontribusi penelitian ini adalah mengoperasionalkan prinsip an tarāḍin sebagai instrumen uji normatif yang konkret untuk membedakan transaksi yang sah dari yang cacat akad, berdasarkan kualitas kerelaan bukan sekadar ada atau tidaknya persetujuan formal
References
Fadilatunnisa, N., Hidayati, A., Carlos, J., Azzait, R., & Syamsiah, S. (2025). Fiqh Muamalah: Hukum Jual Beli dalam Islam. Aksioma : Jurnal Sains Ekonomi Dan Edukasi, 2(7), 1460–1469. https://doi.org/10.62335/aksioma.v2i7.1433
Fahmi, T. (2022). Konsep Riba Dalam Fiqih Muamalah Maliyyah Dan Praktiknya Dalam Bisnis Kontemporer. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(02), 1270–1285.
Herianingrum, S. S. S. (2022). Islamic business ethics in the framework of higher ethical objective (Maqasid al-Shariah): a comprehensive analysis and future research directions. Sulaeman Sulaeman; Sri Herianingrum. https://doi.org/10.1108/IJOES-12-2024-0398
Hidayatullah, N. S. (2024). Analyzing tied selling in the context of an tarāḍin in fiqih muamalah. Jurnal Ekonomi Islam, 3(12), 234–250. https://doi.org/10.1007/jeco.2024.03456
Hidayatullah, N. S., & Afif, M. (2024). Paradigma Perdagangan Dalam Islam (Telaah Taradhin Dalam Akad Jual-Beli). El-Kahfi| Journal of Islamic Economic, 05(01), 1–13. https://ejournal.mannawasalwa.ac.id/index.php/elkahfi/article/view/215%0Ahttps://ejournal.mannawasalwa.ac.id/index.php/elkahfi/article/download/215/104
Laud Pulungan, Amroeni, W. W. U. (2025). Analisis hermeneutik“an taradin minkum” pada qs. An-nisa’ ayat 29 dalam tafsir al-misbah dan tafsir al-munir serta signifikansinya terhadap perdagangan digital. 17(1). https://doi.org/doi.org/10.3783/tashdiqv2i9.2461
Masih, M. (2021). Islamic Finance and Banking. Emerging Markets Finance and Trade, 53(7), 1455–1457. https://doi.org/10.1080/1540496X.2017.1361650
Nur Afif Afandy, M., Dinurri’anah, U., Fandi Atmaja, F., Nurozi, A., & Asmuni, A. (2022). Concept of `An-Taradhin Minkum in the Perspective of Qur’an and Hadith. KnE Social Sciences, 2022, 285–296. https://doi.org/10.18502/kss.v7i10.11366
Ridwan, H., Abubakar, A., Sadiq Sabri, M., Arafah, M., & Ali, R. (2023). Transparansi Pengelolaan Dana Asuransi Syariah Meningkatkan Kepercayaan nasabah. Jurnal Adz-Dzahab: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 8(1), 23–42.
Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. (2024). Pelaksanaan produksi produk halal food menggunakan akad kerjasama di tinjau dari prinsip tabadul al-manafi dan an’taradhin. 2(1), 306–312. https://doi.org/10.22373/jurista.v10i1.359
Wicaksana, A., & Rachman, T. (2020). English Language Learning Based on Non-Formal Education in Kampung Inggris Kediri. Lingua Center of Language and Cultural Studies, 17(1), 79–94. https://doi.org/10.30957/lingua.v17i1.629.Keberadaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


